
Jepang dilanda gempa dengan kekuatan 8,9 SR jumat siang 11 Maret 2011 dan menyebabkan gelombang Tsunami. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti hubungan telepon. Media yang mewawancarai Duta Besar Indonesia untuk Jepang Muhammad Luthfi, menyebutkan bahwa hanya sekitar 20 persen jaringan telepon Jepang bisa berfungsi. Itulah sebabnya banyak warga negara Indonesia yang bekerja di Jepang tidak dapat dihubungi untuk saat ini (11 Maret 2011).Duta Besar Indonesia untuk Jepang Muhammad Luthfi hanya bisa dihubungi lewat telepon genggam, sementara nomer telepon KBRI dan KJRI di beberapa kota yang dilanda kerusakan parah belum bisa berfungsi.
Pejabat pemerintah Republik Indonesia kemudian menyebut nomer kontak yang bisa di hubungi antara lain:
KBRI TOKYO: 81-9031324994
KJRI OSAKA: 81-662529827
Facebook: KBRI TOKYO
Twitter: KBRITOKYO
Duta Besar Indonesia untuk Jepang Muhammad Luthfi mengatakan sekitar 414 orang warga negara Indonesia ditargetkan dievakuasi malam ini, Jumat (11/3), menyusul gempa dahsyat 8,9 pada Skala Richter tadi siang. Dubes mengaku memimpin proses evakuasi tersebut. KBRI pun membuka nomor kontak darurat dan juga melalui situs jejaring sosial, Facebook dan Twitter.
Sebanyak 414 WNI itu adalah WNI yang tinggal di Iwase (140 orang) dan Miyagi sebanyak 274 orang. Dari jumlah itu, mayoritas adalah mahasiswa dan tenaga kerja Indonesia. Rencananya mereka akan dievakuasi ke Tokyo.
Menanggapi soal terputusnya komunikasi, Luthfi membenarkan hal itu. Telekomunikasi di Jepang pasca-gempa kini hanya 20 persen dari kapasitas normal. Telepon KBRI di Jepang kini masih terputus. Komunikasi sejauh ini menggunakan telepon seluler, dengan kendala sesekali terputus.
Luthfi memastikan petugas KBRI kini sedang dalam perjalanan menuju Iwase dan Miyagi dalam misi pencarian WNI. Perjalanan dari Tokyo ke Iwase, diperkirakan menempuh waktu 6 jam. Dan diperkirakan saat ini sudah mendekati wilayah Iwase dan Miyagi. Tim yang dikirim melengkapi diri dengan sejumlah peralatan untuk memudahkan proses evakuasi.