Planet Kungfu



Upaya Menggugah fikiran terbuka.


Tuhan menciptakan kebaikan dan keburukan sekaligus layaknya sebuah aplikasi yang terpatri didalam benak ras Adam, sebuah software yang dibenam di sistem syaraf pusat. Hanya manusia yang memiliki apa yang disebut baik dan buruk. Tidak ada ide tentang kebaikan atau keburukan dimuka bumi sebelum manusia ada ada di planet ini. Planet yang saya sebut planet kungfu.Apa yang yang berlaku sebelum fase Adam adalah hukum alam dan sebab akibat.


Di havana, steppa dan di hutan, jika segerombolan heyna merampas makan siang singa, heyna pada saat itu bukanlah gerombolan bajaklaut seperti yang dibayangkan banyak orang, tetapi mereka hanya sedang mencari nafkah. Atau jika ular derik mematuk anak gajah, pastilah ular itu sedang membela diri, ular tidak pernah berniat jahat untuk menyerang gajah karena gajah bukanlah buruannya, bukan santapannya.


Membela diri buat ular phyton atau mencari nafkah bagi ibu heyna untuk memberi susu anaknya, pun bukanlah suatu kebaikan. Jika orang tua dan gerombolan kerbau melindungi anaknya di antara kakinya dari sergapan harimau, bukan pula kebaikan. Sebaliknya, tidak ada salahnya buat harimau menerkam anak sapi dari belakang, kerbau tidak berhak untuk bilang: "dasar pengecut, beraninya main belakang!!"
Tidak salah bagi ayam jantan mengawini anaknya sendiri. Ayam bukan ayam bejat jika mengawini cucunya sekalipun, lalu kemudian menelantarkan anaknya yang masih kecil. Di alam terbuka, dibawah langit biru tidak ada tindak kriminal, tidak ada jaksa, hakim ataupun polisi..



Di alam ghaib, dunia ide, mari membayangkan Setan dan Malaikat sebagai sosok tokoh dan karakter. Hal yang sama berlaku jua.Tidak salah bagi Setan durhaka pada Tuhan dan tidak pula kebaikan buat Malaikat untuk selalu patuh pada Tuhan! Jika anda bingung, masih bertanya kenapa?


jawabannya mudah sekali. Dengan premise: Tuhan tidak menciptakan sesuatu dengan sembarangan. Tuhan tidak menciptakan sesuatu tanpa rencana. Ia juga tidak menciptakan sesuatu yang kemudian Dia tiba-tiba menjadi kaget dan berkata: "ini tidak seperti yang kufikirkan sebelumnya!". Apakah anda akan menyembah tuhan bisa anda kalahkan main catur? Pastinya tidak bukan? Tuhan tidak menciptakan sesuatu agar mengacau sistem galaksi, semesta! Tuhan tidak menciptakan senjata yang mampu membunuh Tuhan, diriNya sendiri. Tuhan Yang Sebenarnya adalah Tuhan yang sangat tahu perbuatannya.


Secara rasionalSetan diciptakan untuk berbuat durhaka. Ada untuk berbuat jahat. Syetan adalah kebalikan apa yang biasa dilakukan Malaikat, yaitu ada untuk berbuat baik. Jangan salahkan Setan jika ia menggoda isteri anda selingkuh. Karena Setan hanya sedang melakukan tugasnya. Sekali lagi, tugas Syetan untuk diciptakan adalah untuk berbuat jahat!

Demikian berlaku sebaliknya, Malaikat diciptakan untuk berbuat kebajikan. Jadi bukan kebaikan jika Malaikat selalu berbuat yang baik saja, tidak pernah berbuat munkar. Malaikat adalah apa adanya dan tidak punya bakat berbuat jahat. Hanya mahluk yang memiliki karakter syetan yang bisa berbuat kehancuran. Sekali lagi, Malaikat hanya menjalankan tugasnya. Dengan premis itulah kita menyimpulkan bahwa: tidak ada kebaikan di alam ghaib sekalipun, baik bagi Syetan, maupun malaikat.


Sepertinya hanya manusia yang memiliki karakter jahat dan baik. Itulah kenapa hanya ras manusia yang memiliki pahlawan dan sebaliknya penjahat. Manusia memiliki kedua karakter itu, yakni, bakat Syetan dan bakat Malaikat. Manusia cenderung berbuat baik di suatu waktu, dan berbuat buruk di saat yang lain. Manusia yang baik bukan manusia yang tidak pernal luput dari kejahatan, tetapi orang yang baik adalah orang yang kebaikannya lebih banyak dari keburukannya. Manusia tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Setiap manusia, pernah khilaf.


Bahkan Adam. Beliau pernah menikmati "Buah Terlarang" bersama Hawa dibawah pohon.


Meski kejadian manusia, asal usul manusia ada di planet ini masih diperdebatkan. Misalnya tentang pertanyaan: Apakah logis manusia ada dengan tiba-tiba jatuh dari Surga? Banyak teori tentang kemunculan manusia. Kenyataan bahwa sangat aneh jika Adam, manusia pertama jatuh dari surga. Akan naif sekali jika anda meyakini kejatuhannya seperti meteor, karena mestinya sebelum sampai ke tanah Adam akan terbakar di atmosfir. Dan kenyataan yang aneh juga jika manusia adalah mahluk alien yang tidak berasal dari bumi yang kita pijak ini, aneh jika manusia adalah alien yang turun dari planet bernama "Surga". Alien wujudnya seharusnya beda, tidak bisa mengkonsumsi apapun selain benda yang ingredient-nya, struktur kimiawi yang sama dengan tempat atau planet mana asalnya. Dan alien pasti tidak akan makan pizza. Manusia tidak mirip sama sekali dengan Alien malahan hampir persis seperti orang hutan. Dan Palaentologi kemudian membuatnya lebih jelas. Hanya Tuhan Yang Maha Tahu persis atas segala kejadian, tugasku hanya menterjemahkan fakta (Sunnatullah).


Tidak mendalam tentang sejarah manusia masa lalu, tapi saya hanya ingin menegaskan bahwa, pada jaman dahulu sebelum manusia sampai ke taraf "manusia sempurna", kebaikan dan keburukan tidak dikenal di planet ini, baik oleh hewan di alam liar, maupun Jin, Malaikat dan Iblis di alam Ghaib. Di planet ini, kebaikan mungkin hanya ada di benak manusia. Pastilah sangat aneh buat jika burung unta saling tolong menolong berbuat kebaikan bersama manusia, misalkan menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Ini adalah anugerah, mungkin juga bencana. Manusia yang baik bisa membuat kemaslahatan buat umat, dan manusia yang jahat bisa membuat bencana lebih dahsyat dari mahluk manapun.



Meski demikian kebaikan itu sangat lemah. Lemah karena mengekang seseorang agar mengikuti jalan yang baik.

Beberapa waktu sebelum Renaisance, yang menguasai kapital di Eropa adalah Yahudi, karena pada masa itu bagi penganut Katolik, rentenir tidak baik, dilarang oleh agama Kristen. Dengan begitu "kebaikan" telah membuat lemah finansial pribumi. Sebaliknya "kejahatan" telah membuat kuat ekonomi Yahudi. Lihat juga selengkapnya Pembukuan rentenir di di sini


Sangat masuk akal jika anda mau kuat, berhentilah memikirkan kebaikan. Ini adalah teory survival for the fittest versi bebas, cara manusia purba sebelum "Adam" mengenal perbuatan tidak baik, sebelum ada rasa bersalah, penyesalan sesudah melakukan sesuatu yang dianggap tidak baik. Perampok ulung, bajak laut menerapkan teory ini. Dan Koruptor juga memakai cara berfikir seperti itu.


Akan jauh tampak lebih gagah jika seseorang punya sedan mewah, Jaguar meski diperoleh dari merampok uang rakyat, jika dibandingkan misalnya dengan pedagang kaki lima yang memperoleh uang halal tapi kerap di usir satpol PP. Penunggang Jaguar, Mercy dan sedan mewah jauh lebih bergaya dan sementara para pedagang kaki lima itu akan pulang dan hidup lemah sebagai pecundang. Jika ingin kuat, jadilah mahluk yang berada di pucuk rantai makanan, predator. Apakah anda tidak mengingkari kenyataan itu?

Guru mengaji mengajarkan, berbuat baik dengan sesama, seperti Rasul. Guru TK menyuruh agar memberi sedekah buat anak jalanan. Pendeta menganjurkan agar berbuat baik kepada musuh, karena jika mengasihi orang yang menyayangi kita, itu hanya perbuatan impas. Lihatlah.. Semua mengajarkan kebaikan. Tapi kenapa baik itu senantiasa lemah? Mengutip istilah Kontras, "Munir Dibunuh Karena Berbuat Benar". Apakah selamanya baik itu lemah? Entahlah..


Baca juga Cara Alami mengusir nyamuk Teory Evolusi Untuk Mengusir Nyamuk

Bazonggier

Bazonggier is a site where you find unique and professional blogger templates, Improve your blog now for free. Kapan Nikah?

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama