Kenapa orang menonton film kuntilanak II hanya untuk membuat takut saat hendak tidur?
Kenapa orang mendengarkan lagu putus cinta, lagu sedih hanya untuk membuat mereka menangis?
Kenapa aku menyulut rokok hanya untuk membuat dadaku sesak?
Entahlah. Yang pasti, perbuatan itu tidak menunjukkan sisi: manusia adalah mahluk rasional.
Aku sering kali emosional. Dan pada saat itu terjadi, akal sehat baru saja dikalahkan instink.
Aku pernah mengalami hari yang sulit, semua orang pernah mengalami hal yang sama. Sekedar tahu saja, tulisan ini muncul tiba-tiba sambil menikmati lagu: Facebook Baru, milik bane Raja. Mengingatkanku pada seorang teman yang baru aku delete.Teman chat sejak dari qeep. Teman yang sudah lama.
Aku tidak tahu alasan logis kenapa itu ku lakukan.
Tapi aku juga tidak sedang menyesali diri, merasa bersalah, karena aku pun percaya tentang adanya hukum universal tentang hubungan antar manusia.
Bagaimana tentang: "No body knows no body?" Dalam beberapa hal tentu benar. Hanya saja jiwa terasa kosong, terlalu nihilisme. Tidak seorangpun ingin merasa sendirian.
Karena itu kita perlu teman, agar kita dapat merasa bahwa kita tidak sendirian di planet ini.
Hukum universal pertemanan adalah; care, peduli! Anda tidak bisa bilang: "Aku temanmu," pada saat yang sama membiarkan dia mati kedinginan di saat hujan turun di luar. Pastinya anda membukakan pintu untuk teman dan bilang,"Silahkan masuk, biar kusiapkan kopi hangat buat anda." Itu care dalam praktek. That is what a friend for.
Jika seorang teman menyapa, apa kabar hari ini? Dan anda diam selama beberapa minggu tanpa sepatah kata, itulah alasan kenapa aku mendelete teman. Dan ketika tiba-tiba muncul dan menyapa; bahasa inggerismu jelek sekal, dan menyusul kalimat ketus itu? Kesimpulan yang bisa dicerna otakku adalah: engkau bukan temanku lagi, dan tidak salah buatku untuk mendelete kamu.
Dan meski ternyata kemudian aku salah, ku tahu dari pesan balasan: kamu merasa sedih atas apa yang kulakukan. Kamu sedih aku delete kamu. Apakah aku kejam? Setelah angel of nite hold you nite and day, apakah kamu merasa tidak punya tanggung jawab untuk tahu keadaan seorang teman buatmu?
Satu hal. Jika anda bersalah kepada teman, apakah tidak merasa punya tanggung jawab untuk meminta maaf? Apakah tidak percaya hukum universal tentang hubungan antar manusia?
Aku merasa menyesal tidak hadir disaat teman sendirian, dan berduka, sedalam penyesalan ketidak hadiranku disaat teman bergembira. Teman adalah untuk berbagi. Itu yang saya tahu dari dasar hati yang paling dalam. Itulah alasan kenapa kita menciptakan kartu lebaran, kado ulang tahun, kue tart dan seni merangkai karangan bunga.
Dan itu pula kenapa ada lagu seperti ini:
"When the world is ready to fall, on your little shoulder. And when you feeling lonly and small, you need somebody there to hold you. You just can call out my name, when you only lonely."
Tapi.. Sudahlah, bukan masalah besar khan? Toh anda bisa tidur nyenyak dengan atau tanpa orang seperti saya. Saya hanya beberapa kilobyte saja di cyber. Satuhal yang aku ingat adalah, dengan teman, hidup bisa lebih baik, atau juga lebih buruk.
No body knows no body adalah alasan paling terakhir untuk bisa bertahan hidup. Agar bisa lebih kuat menjalani hari mandiri. Berdiri tegak dengan dada membusung. Ingat tentang blog seorang teman di opera comunity, seorang Amerika, "If no body wants afriend with, you may fuck your self?"
Ah.. Entahlah. Yang pasti, jujur aku menyesal kehilangan teman. Doa semoga hidupmu menyenangkan. Stay away from trouble. Angel of nite hold you.
Tags:
Blog Pilihan