Kita Berasal Dari Satu Bintang Yang Sama


Apa yang selalu terlintas dalam fikiran jika kita sendirian? Jawabannya adalah: masa lalu..

Saya selalu teringat masa lalu, masa yang indah dan tak terlupakan. Ada keinginan untuk kembali mengulang waktu, mungkin tepatnya adalah kerinduan. Rindu pada wajah-wajah yang telah hilang, rindu pada saat dunia masih dalam genggaman, saat kita masih mengontrol dunia kecil kita.



Aku rindu pada dua sahabatku, Jimmy dan Najav. Suatu saat di rumah seorang perempuan, pacar teman Najav, kita di ibaratkan seperti Jengkol dibelah tiga. Yah.. Mungkin benarnya tidak jauh beda.



Aku tidak menyebut masa itu semuanya menyenangkan, ataupun memiliki semua yang diinginkan. Aku adalah seorang keturunan Gorontalo. Moyangku mantan prajurit kerajaan Goa yang diaspora setelah perjanjian kalah perang dengan Belanda. Buyutku lalu menjadi Nasution.



Najav adalah sepupuku, teman sepermainan waktu kecil di Mandailing. Dan Jimmy adalah tulen pendatang, teman yang tidak jelas asal usulnya, ia bermarga Tanjung yang berasal dari Barus, mungkin moyangnya masih keturunan Arab.



Saat itu aku selalu mengutarakan ide tentang Jakarta yang sangat menarik perhatianku. Aku ingin ke sana. Ide itukah yang membuat kita pun berpisah. Jimmy berangkat ke Kota Pinang lalu menjadi tangan kanan juragan sawit, pamannya sendiri. Najav sendiri ke Medan, belajar jadi saudagar. Aku tembus hingga ke Bogor dan memulai sesuatu, hidup baru: masa depan!



Anehnya, hanya setahun, tahu-tahu dua batang hidung yang kukenal itu muncul lagi dihadapanku. Najav menjemput Jimmy ke Kota Pinang agar berangkat ke Jakarta. Mereka memperoleh alamat dari orang tuaku. Empat hari dBogor adalah masa yang tidak terlupakan.



Tidak terlupakan karena mereka harus pergi dari kontrakanku, aku terpaksa mengusir mereka, atau kehidupanku yang berat, situasi keuanganku akan hancur bersama. Yang paling aku banggakan, mereka mengerti, alasan logisnya: lebih baik dua orang terlantar dan yang satu bertahan, daripada hancur ketiganya sekaligus. Tidak ada yang peduli "apakah anda sudah makan hari ini?" di Bogor. Belakangan terbersit penyesalan. Tapi aku tidak tahu menyesal pada siapa.



Sore itu mereka lalu bertanya, "Jakarta arah kemana?" lalu ku arahkan telunjuk ke utara dan membiarkan mereka pergi masuk ke dunia asing tanpa seorang yang dikenal untuk dituju. Aku mengantarkan sampai dimulut gang. Tidak penting sejauh mana aku harus mengantar mereka, karena tidak ada alamat yang akan dituju, jadi untuk apa aku mengantar sampai ke Stasiun Bogor karena toh kemudian mereka akan bertanya lagi dan lagi dan lagi: kemana, dimana, naik apa?

Tidak ada uang selain buat makan untuk dua hari dan tidak ada uang untuk pulang. Jadi ini adalah situasi, point of no return.



Aku tidak tahu nasib mereka lagi hingga Najav beberapa bulan kemudian berkunjung ketempatku lagi. Mereka telah mengeksplorasi kota. Bahkan Najav sudah tahu posisiku tanpa bawa pemandu alamat seperti ketika pertama kali ke tempatku. Jimmy ada di Bandung, Najav baru saja dari bandung. Benar saja, selepas dari kontrakanku, mereka terperangkap di rimba Jakarta. Sukurlah mereka kreatif, tidak jadi kriminal. Najav mengutarakan rencana menikahi seorang janda cantik asal Sumedang dan kemudian gagal karena perempuan itu dijemput suaminya, ternyata mereka belum cerai.
Tidak ada saudara untuk berbagi, jadi ia pun ke tempatku. Aku adalah saudara satu satunya di pulau ini.



Jimmy berubah menjadi playboy sekaligus bodyguard bos pabrik gitar di Bandung. Melihat Jimmy, kesan seorang perempuan adalah: necis, kosmo, gagah, ganteng, menggoda, dan kekar. Otot kekar itu dia peroleh berkat kebiasaan mengangkat kelapa sawit, 15 kg di kanan dan 15 kg di kiri selama 6 jam sehari. Ternyata Jimmy yang akhirnya duluan menikah. Sayangnya ia tidak melakukannya sekali saja. Paling tidak dia sudah melakukanya 3 kali, aku tidak tahu persis hingga saat ini isterinya ada berapa?



Jimmy memiliki masalah yang sangat berat, umumnya karena keluarganya. Ia adalah orang yang paling berat keluh kesahnya, tetapi juga yang paling mudah lupa masalahnya. Tidak ada orang normal yang bisa bertahan menghadapi masalah serumit yang dihadapi Jimmy. Jimmy seolah mahluk yang berasal dari planet lain. Contoh kecil,
Suatu hari isteri tua yang hendak dicerai oleh Jimmy mendatangi isteri rumah isteri mudanya. Ternyata Jimmy juga berada disitu. Isteri tuanya juga menggendong anak kecil buah cinta mereka. Tidak ada kemungkinan lain yang terjadi berikutnya selain pertikaian. Dan saat perkelahian antar kedua isterinya terjadi, Jimmy tidak bisa melerai, memisahkan, karena ia harus menggendong anak kecil tadi. Bayangkan jika anda memiliki kekasih hati yang baik hati, mesra, menyayangi, ganteng, seseorang yang anda cintai setengah mati itu adalah Jimmy, menemukannya saat ia menggendong anak kecil sambil menyaksikan dua perempuan, isterinya sedang berkelahi, bagai pegulat. Pemandangan itulah yang sedang disaksikan pacar baru Jimmy Wina yang kebetulan melintas mengenderai motor. Empat mata saling tatap, dua hati telah patah, cinta putus seketika disaat dua perempuan berkelahi ditepi jalan. Jimmy akan selalu begitu.



Kita berasal dari bintang yang sama, Jakarta yang memaksa, dan menciptakan perbedaan karakter.
Bazonggier

Bazonggier is a site where you find unique and professional blogger templates, Improve your blog now for free. Kapan Nikah?

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama