Humor Gusclur

Hampir dua minggu sudah, ketegangan psikis melanda bangsa Indonesia. Laksana euforia, beberapa kasus terakhir menyedot perhatian seluruh penjuru negeri.



Diawali Pemilu yang tenang tanpa kerusuhan dan ribut-ribut, karena itu tidak salah menggantungkan pengharapan bahwa kita sedang menuju kesana: kemajuan ekonomi. Namun tiba-tiba mimpi indah itu buyar oleh ledakan Bom di Ritz Carlton dan JW. Marriot awal pagi hari Jumat itu.



Semua lantas berubah jadi kepanikan, ketakutan sekaligus kebencian. Ketegangan itu bagi blogger sedikit terlampiaskan dengan memposting koment di blogspot yang mengaku blog Nurdin. M. Top.



Tidak banyak waktu tersedi buat kita untuk terhanyut oleh kesedihan yang mendalam. Kita kehilangan juru damai dunia, Michael Jackson. Tidak berselang lama, seorang penghibur yang sederhana, Mbah surip wafat, dan belum hilang perasaan duka itu, Mas WS. Rendra pun menyusul.



Akhirnya rangkaian kejadian mencapai klimax dengan berita penyerbuan Densus anti teror 88 di rumah Mohzari di Desa Beji, Temanggung, dan penggerebekan di Puri Nusa Phala Blog D12, Jati Asih, Bekasi. Semua itu terjadi diantara Paska Pemilu dan sebelum 17 Agustus 2009, dan sebelum Puasa.




Teror itu nyaris menyerang Presiden Republik Indonesia dan Istana Negara, jika polisi tidak secepat itu bertindak, saya tidak bisa bayangkan keterpurukan seperti apa yang kita derita selanjutnya.



Semuanya tegang, termasuk Jimmy, teman saya. Ia tegang karena berita paling akhir tidak bisa memastikan apakah Nurdin sendiri yang tewas di Temanggung? Jimmy salah seorang yang koment di blogspot "resmi" Nurdin M. Top. Jimmy merasa seperti antiklimaks, ia takut anak buah Nurdin akan menghabisinya. Ia bercerita tentang mimpinya tadi malam bahwa hidupnya berakhir di ujung peluru. Mimpi itu membuat dia gelisah sepanjang hari ini. Ia takut mimpi itu jadi kenyataan, tetapi saya berdoa semoga Jimmy dijauhkan dari malapetaka. Mudah mudahan mereka tidak setega itu pada Jimmy.



Sebagai teman, saya menghiburnya dengan sebuah cerita, semoga Jimmy membacanya dan bisa melemaskan ketegangannya:



Humor Gusclur



Suatu hari di tahun 2020, seluruh dunia dilanda kelaparan. Saat hanya ada kemarau berkepanjangan, semua panen jadi puso, seperti lirik lagu dangdud: "padi ditanam tumbuh ilalang".
Petani tidak bisa bercocok tanam lagi.



Demikian halnya, sebuah sel penjara di Nusa Kembang dihuni orang jahat yang bodoh telah kelaparan dalam beberapa bulan ini. Sel itu dihuni tiga orang, salah satunya bertubuh gendut dan jorok. Tapi tubuh gemuk itu dalam beberapa hari ini seolah menggugah selera dua temannya yang sama bodohnya.
Orang gendut itu takut dikanibal.



Untunglah seorang sipir penjara masuk membawa makanan, ayam goreng satu porsi buat tiga orang. Makanan itu dirubungi ketiganya. Sayangnya, makanan itu adalah ayam panggang yang sudah kadaluarsa, tepatnya sudah busuk. "Hanya ini yang tersedia", kata sipir sambil berlalu.



Ketiganya terdiam, hening, berfikir keras untuk memutuskan, disantap atau tidak. Belatung yang keluar masuk dari pembuluh tampaknya menjadi pertimbangan serius.



Tapi akhirnya seorang yang gemuk dan rakus tidak kuasa menahan godaan, ia lalu menyantapnya sampai habis disaksikan oleh dua raut wajah penyesalan dua temannya.
Mungkin keduanya bertanya sendiri, "kenapa aku tidak duluan ambil.?"



Tidak berapa lama berselang, si Napi tambun itu mengeluh tentang perutnya yang mual-mual. Ia memuntahkan semua isi perutnya kembali ke atas piring tadi.



Dengan raut wajah penuh kemenangan, Napi yang kurus ceking tersenyum berujar, "Untunglah kita sabar, akhirnya saya memperoleh bubur ayam yang hangat dan kental!"



Pesan moral: "Mari kita buat dunia kita lebih bijak, agar tahun 2020 generasi baru tidak kelaparan dan ber IQ kerdil."



Semoga Jimmy tidak sedang makan.



Lihat juga:
Fakta Juridis?
Bazonggier

Bazonggier is a site where you find unique and professional blogger templates, Improve your blog now for free. Kapan Nikah?

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama