
Jika anda ingin kaya raya dalam waktu singkat, jangan berusaha memelihara tuyul, tapi jadilah seorang rentenir. Dengan modal 10 Juta Rupiah, dalam waktu satu tahun, anda bisa membeli mobil mewah, tahun ke dua anda bisa membeli rumah, tahun ke lima beli lapangan golf. Dua puluh tahun kemudian, anda bisa membeli pulau pribadi. Tidak percaya? Lihat saja kondisi ekonomi pelaku rentenir yang maju.
Satu contoh kasus. Seorang teman perantau dari Sumatera tiba di satu kota di Jawa Barat hanya membawa uang yang cukup untuk beberapa minggu saja. Kehidupan awalnya sangat sulit baginya. Beliau sempat mencuri nasi hanya untuk memberi makan dua anaknya yang kelaparan karena ia tidak sanggup membeli beras. Kini beberapa tahun sesudah itu ia berubah jadi Triliuner dan bisnisnya masih terus berkembang menggurita. Investasinya kini meluas, mulai dari bisnis POM bensin, perkebunan sawit, dan karet di Sumatera. Ia juga menambah isterinya dari awalnya hanya satu, kini lebih dari sepuluh isteri, Ia mampu menafkahi isterinya yang ada di setiap cabang wilayah operasinya. Semua itu ia peroleh dari bisnis renten yang kini berubah jadi Koperasi Simpan Pinjam legal dan terkemuka di Jawa Barat.
Banyak istilah buat seorang rentenir, diantaranya: Lintah Darat, Bangke (Bank Keliling). Rentenir adalah orang yang meminjamkan uang dengan perjanjian dan peraturan tertentu yang disepakati dua belah pihak. Bisnis ini tidak melanggar hukum positif negara ini. Baik atau buruk tergantung anda untuk menilai usaha ini. Saya memaparkan posting ini dengan apa adanya dan no offence.
Sebenarnya bisnis ini sudah bisa berjalan baik dengan modal 10 juta. Contoh yang saya buat di sini dengan modal 20 juta. Jadi bayangkan anda punya modal 20 Juta Rupiah, dan merentenkan semua uang itu masing-masing 200 ribu buat 100 orang nasabah. 100 X 200 ribu = 20 juta. Cicilan perhari adalah 10 ribu maka pada hari ke 24, pinjaman nasabah dianggap lunas.
Hari ke dua dan hari berikutnya anda mulai menerima setoran sesuai Tabel Pembukuan Rentenir di bawah ini:

Keterangan Tabel: Uang setoran yang dikumpulkan hari ini dari nasabah akan diputarkan ke nasabah baru, sehingga jumlah nasabah bertambah setiap harinya. Jadi Total Jlh Nasabah adalah Pertambahan Nasabah + Total Jlh Nasabah yang telah ada. Jlh Uang Setoran adalah perkalian Total Jlh Nasabah X Cicilan perhari yaitu 10.000 + Sisa nilai. Sedangkan Sisa Nilai adalah sisa uang yang tidak habis dibagi 200 ribu.dari Jlh Uang Setoran. Sisa Nilai terjadi, karena satu nasabah diilustrasikan meminjam 200 Ribu, jika sisa Jlh Uang Setoran dibagi 200 ribu tidak habis, sisanya di masukkan ke Sisa Nilai.
Uang anda bisa dihitung dari jumlah total yang dipinjam nasabah hari ini. Hari pertama, uang anda 20 juta dan berada di tangan 100 nasabah, masing masing pinjam 200 Ribu. Di hari ke 24, uang anda menjadi 200 Ribu X 16 nasabah, 190 ribu X 14 nasabah, 180 ribu X 14 nasabah, 170 ribu X 13 nasabah, 160 ribu X 13 nasabah, 150 ribu X 12 nasabah, 140 ribu X 11 nasabah, 130 ribu X 11 nasabah, 120 ribu X 10 nasabah, 110 ribu X 9 nasabah, 100 ribu X 9 nasabah, 90ribu X 8 nasabah, 80 ribu X 9 nasabah, 70ribu X 7 nasabah, 60 ribu X 8 nasabah, 50 ribu X 7 nasabah, 40 ribu X 6 nasabah, 30 ribu X 7 nasabah, 20 ribu X 6 nasabah, 10 ribu X 6 nasabah.
Jika dijumlahkan: 3.200.000 + 2.660.000 + 2.520.000 + 2.210.000 + 2.080.000 + 1.800.000 + 1.540.000 + 1.430.000 + 1.200.000 + 990.000 + 900.000 + 720.000 + 720.000 + 490.000 +480.000 + 350.000 + 240.000 + 210.000 + 120.000 +60.000 = 23.920.000
Uang anda tidak hanya itu. Nasabah yang meminjam di hari ke 2 sampai hari ke 4 sebetulnya sudah melunasi pokok pinjamannya dan kini tinngal melunasi bunganya sejumlah: 5 X 10 ribu + 5 X 20 ribu + 5 X 30 ribu + 200 X 40 ribu = 8.200. 000. Jadi total : 8.200.000 + 23.920.000 = 32.120.000.
Sumber tambahan masih ada, saat seorang nasabah meminjam 200 ribu rupiah, biasanya tidak diberi sejumlah 200 ribu, karena 10 atau 20 persen dipotong buat "Administrasi". 321 nasabah X 40 ribu = 14.040.000 rupiah. Cukup buat kebutuhan anda dalam satu bulan, dan bayar Debt Collector yang super sangar.
Ingat, bisnis rentenir anda baru berjalan dalam satu bulan, dan hanya dengan modal 20 Juta Rupiah, kini berjumlah 32 Juta Rupiah. Uang anda akan meledak pada bulan ke 7 dan bisa diketahui dengan melanjutkan hitung-hitungan di atas, jadi kini anda boleh merencanakan untuk mengelola karyawan yang akan menjalankan uang anda. Perantau yang saya ceritakan di atas kini memiliki karyawan 1500 orang lebih dan beberapa pengacara. Dengan keuntungan yang banyak itu, tentu saja tidak masalah buat anda membayar gaji karyawan, menggaji Debt Collector dan Pengacara.
Ada pengalaman lucu yang saya tahu. Seorang karyawan salah satu Koperasi rentenir mengeluh karena gajinya di tempat ia bekerja lebih rendah dari Koperasi Rentenir lain. Kantor Koperasi yang lain tadi menawarkan ia pindah tempat dengan janji gaji lebih banyak. Tapi syaratnya ia mesti bersedia memberi jaminan surat sertifikat rumah, atau surat berharga lainnya. Sepintas lalu, surat jaminan itu seolah menjadi jaminan agar karyawan rentenir tidak kabur membawa uang koperasi. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah, sertifikat rumah karyawan itu sedang digunakan bos Koperasi rentenir sebagai jaminan ke Bank untuk meminjam uang tambahan lalu uang Cash pun mengalir dari Bank dengan jaminan sertifikat tadi. Artinya karyawan koperasi yang lugu itu sedang menjalankan uang Bank dari jaminan Sertifikat rumahnya sendiri, dan ia secara langsung menjadi buruh dan menyetor ke bos rentenir yang licik itu dengan modalnya sendiri. Beliau bekerja dengan modal dan keringat sendiri pada saat yang sama ia membayar orang lain untuk menjadi bosnya. Inilah simbiosis mutualisme yang paling ironis yang pernah saya temui.
Jika anda mau kaya, maka rentenir adalah jalan untuk kaya. Jika anda percaya ada cara lain yang lebih halal untuk kaya, pilihan jadi rentenir patut ditinggalkan. Saya sendiri memilih usaha lain, dan tidak menjadi rentenir. Ilustrasi ini tidak untuk mengajak seseorang jadi rentenir, tapi hanya memaparkan bahwa, jadi rentenir lebih cepat kaya daripada memelihara Tuyul.
Tunggu posting berikutnya dari saya masih seputar rentenir, yaitu: Kenapa Rentenir Disebut Lintah Darat. Tentu akan dilengkapi table pembukuan yang lengkap.
Jika anda ingin membuat Warnet yang satu ini patut di lihat: Cara Membuat Warnet
Tags:
Joke